Silvas Cup 2014, Klub Tunas Panatayudha Raih Pengalaman Berharga
Tim Tunas Panatayudha saat foto bersama dengan pelatih Hambali (paling kanan) sesaat sebelum melakukan latihan di lapangan out door, GOR Panatayudha, Karawang.
Klub voli Tunas Panatayudha Kabupaten Karawang kembali ikut memeriahkan kejuaraan Silvas Cup di tahun 2014 ini. Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, kali ini klub yang bermarkas di GOR Panatayudha ini harus pulang tanpa membawa medali satupun.
Namun, seperti diakui oleh sang pelatih, Hambali, tahun ini terasa lebih istimewa. Karena ada momen-momen yang sebelumnya tak pernah dilakukan, akan tetapi sekarang bisa mulai dilakukan.
"Tahun ini kami memang gagal menjadi yang terbaik dalam kejuaraan ini. Namun, kami tak pernah kecewa dan justru yang kami rasakan adalah rasa bangga," katanya ketika ditemui di sekretariat PBVSI Kabupaten karawang, yang terletak di GOR Panatayudha Karawang, Minggu (26/1/2014) sore hari.
"Karena pada kejuaraan kali ini, tim kami langsung ditangani oleh asisten pelatih. Dan tentunya ini merupakan langkah yang baik untuk menambah pengalaman bagi beliau," terangnya.
Selain hal tersebut, lanjut Hambali, kejuaraan yang diselenggarakan di Kota Bandung ini memiliki kebijakan yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Di mana pada kali ini seluruh tim yang ada di Indonesia bisa ikut ambil bagian di dalamnya. Padahal pada tahun sebelumnya masih diberlakukan sistem kejuaraan Indonesia terbatas. Artinya tidak semua klub voli bisa ikut memeriahkannya.
"Pencapaian yang diraih anak-anak pun tidak begitu jelek, karena saat ini tim yang ikut berpartisipasi pun dari seluruh wilayah yang ada di Indonesia," lanjut bapak dua anak ini.
Pada tahun ini, atlet Tunas panatayudha memang hanya mampu finis sampai babak semifinal untuk kelompok usia kelahiran tahun 1998 dan babak perempatfinal untuk kelompok usia kelahiran tahun 2000.
Padahal pada tahun lalu, kelompok usia tahun 1998 mampu menjadi runner up setelah pada babak final harus mengakui keunggulan tuan rumah Bandung Tektona. Sementara untuk kelompok usia tahun 2000 mampu menempati posisi ketiga.
Dalam keikutsertaannya kali ini, Tunas sebenarnya mampu tampil mengesankan. Pada fase grup, baik KU-1998 maupun KU-2000 mampu keluar sebagai penguasa di grupnya masing-masing. Namun sayang tren positif tersebut tak berlanjut sampai berakhirnya kompetisi.
"Terlepas dari hasil akhir yang kami raih, kami sangat menyambut baik adanya kejuaraan tersebut. Karena ajang ini sangat bagus untuk mencetak atlet-atlet bagus demi kemajuan olahraga voli di Indonessia," tegasnya."Dan saya pribadi sebagai pelatih berharap kejuaraan ini akan terus ada," pungkasnya. (ayi)
Namun, seperti diakui oleh sang pelatih, Hambali, tahun ini terasa lebih istimewa. Karena ada momen-momen yang sebelumnya tak pernah dilakukan, akan tetapi sekarang bisa mulai dilakukan.
"Tahun ini kami memang gagal menjadi yang terbaik dalam kejuaraan ini. Namun, kami tak pernah kecewa dan justru yang kami rasakan adalah rasa bangga," katanya ketika ditemui di sekretariat PBVSI Kabupaten karawang, yang terletak di GOR Panatayudha Karawang, Minggu (26/1/2014) sore hari.
"Karena pada kejuaraan kali ini, tim kami langsung ditangani oleh asisten pelatih. Dan tentunya ini merupakan langkah yang baik untuk menambah pengalaman bagi beliau," terangnya.
Selain hal tersebut, lanjut Hambali, kejuaraan yang diselenggarakan di Kota Bandung ini memiliki kebijakan yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Di mana pada kali ini seluruh tim yang ada di Indonesia bisa ikut ambil bagian di dalamnya. Padahal pada tahun sebelumnya masih diberlakukan sistem kejuaraan Indonesia terbatas. Artinya tidak semua klub voli bisa ikut memeriahkannya.
"Pencapaian yang diraih anak-anak pun tidak begitu jelek, karena saat ini tim yang ikut berpartisipasi pun dari seluruh wilayah yang ada di Indonesia," lanjut bapak dua anak ini.
Pada tahun ini, atlet Tunas panatayudha memang hanya mampu finis sampai babak semifinal untuk kelompok usia kelahiran tahun 1998 dan babak perempatfinal untuk kelompok usia kelahiran tahun 2000.
Padahal pada tahun lalu, kelompok usia tahun 1998 mampu menjadi runner up setelah pada babak final harus mengakui keunggulan tuan rumah Bandung Tektona. Sementara untuk kelompok usia tahun 2000 mampu menempati posisi ketiga.
Dalam keikutsertaannya kali ini, Tunas sebenarnya mampu tampil mengesankan. Pada fase grup, baik KU-1998 maupun KU-2000 mampu keluar sebagai penguasa di grupnya masing-masing. Namun sayang tren positif tersebut tak berlanjut sampai berakhirnya kompetisi.
"Terlepas dari hasil akhir yang kami raih, kami sangat menyambut baik adanya kejuaraan tersebut. Karena ajang ini sangat bagus untuk mencetak atlet-atlet bagus demi kemajuan olahraga voli di Indonessia," tegasnya."Dan saya pribadi sebagai pelatih berharap kejuaraan ini akan terus ada," pungkasnya. (ayi)
Tidak ada komentar