Dani Insan: Tak Ada Mitos Abadi Dalam Sepakbola
| Dani Insan Romadhoni |
Karawang, Karawangsport
Tim Panser Jerman telah mematahkan mitos dalam sejarah Piala Dunia. Mitos tak ada negara Eropa yang sukses merengkuh Piala Dunia di daratan Amerika Latin akhirnya hancur setelah Jerman mampu mengalahkan Argentina di Stadion Maracana, Brasil, Senin (14/7/2014) dinihari WIB.
Berkaca pada kenyataan tersebut, pemilik Sekolah Sepak Bola (SSB) Pangkal Perjuangan, Dani Insan Romadhoni meyakini, bahwa tak ada mitos yang abadi dalam sepakbola. Karena dengan perjuangan dan semangat yang tinggi ditambah kemampuan yang mumpuni, sebuah tim sepak bola bisa perkasa di manapun tim tersebut bermain.
“Tak hanya dalam pertandingan-pertandingan besar mitos itu berkembang, kami pun meyakini hal tersebut. Karena sampai detik ini, SSB Pangkal Perjuangan belum pernah memenangkan pertandingan jika harus berujung pada adu penalti,” katanya saat dihubungi Karawangsport, Senin (14/7/2014).
Namun, pria yang mampu membawa timnya menempati posisi tiga dalam kompetisi Pradivisi PSSI kabupaten karawang pada tahun 2013 lalu ini percaya, suatu saat timnya pasti bisa mengikuti jejak Timnas Jerman dengan meraih kemenangan dalam drama adu penalti.
“Keadaan yang tim kami alami adalah tantangan untuk kami. Dan kami akan berusaha memecahkannya. Hanya menunggu waktu. Dan yang terpenting saat ini tim harus terus berlatih dengan baik, agar prestasi membanggakan bisa kami raih,” serunya. (ayi)
Tim Panser Jerman telah mematahkan mitos dalam sejarah Piala Dunia. Mitos tak ada negara Eropa yang sukses merengkuh Piala Dunia di daratan Amerika Latin akhirnya hancur setelah Jerman mampu mengalahkan Argentina di Stadion Maracana, Brasil, Senin (14/7/2014) dinihari WIB.
Berkaca pada kenyataan tersebut, pemilik Sekolah Sepak Bola (SSB) Pangkal Perjuangan, Dani Insan Romadhoni meyakini, bahwa tak ada mitos yang abadi dalam sepakbola. Karena dengan perjuangan dan semangat yang tinggi ditambah kemampuan yang mumpuni, sebuah tim sepak bola bisa perkasa di manapun tim tersebut bermain.
“Tak hanya dalam pertandingan-pertandingan besar mitos itu berkembang, kami pun meyakini hal tersebut. Karena sampai detik ini, SSB Pangkal Perjuangan belum pernah memenangkan pertandingan jika harus berujung pada adu penalti,” katanya saat dihubungi Karawangsport, Senin (14/7/2014).
Namun, pria yang mampu membawa timnya menempati posisi tiga dalam kompetisi Pradivisi PSSI kabupaten karawang pada tahun 2013 lalu ini percaya, suatu saat timnya pasti bisa mengikuti jejak Timnas Jerman dengan meraih kemenangan dalam drama adu penalti.
“Keadaan yang tim kami alami adalah tantangan untuk kami. Dan kami akan berusaha memecahkannya. Hanya menunggu waktu. Dan yang terpenting saat ini tim harus terus berlatih dengan baik, agar prestasi membanggakan bisa kami raih,” serunya. (ayi)
Tidak ada komentar