Breaking News

Seminar pelatih Kata dan Penataran Pelatih Judo Nasional 2015, Arnold Berharap Judo Semakin Berprestasi

Arnold Silalahi (kanan) bersama Ketua Umum PJSI Karawang, S. Sinabang (kiri).
(Foto: Ayi Purnama)
Karawang, Karawangsport
Pengurus Besar Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PB PJSI) menggelar seminar pelatih kata dan penataran pelatih judo nasional 2015, di Gedung Pusjarah TNI AD, Jakarta Selatan, Jakarta, 21-28 Februari 2015.

Terkait hal tersebut, Pelatih judo Kabupaten Karawang dan juga seksi pertandingan dalam kepengurusn PB PJSI, Arnold Silalahi, mengharapkan, cabang olah raga judo bisa semakin berprestasi baik di tingkat Asia maupun internasional.

“Ya, saat ini kami tengah menggelar seminar pelatih kata dan penataran pelatih judo nasional. Mudah-mudahan dengan digelarnya kegiatan ini, bisa semakin memajukan prestasi atlet judo Indonesia,” ujar Arnold Silalahi, saat dihubungi Karawangsport, Rabu (25/2/2015).

Pasalnya, kata Arnold, dalam upaya memajukan olahraga judo di Tanah Air, diperlukan penataran pelatih. Dengan harapan, melalui penataran tersebut akan terlahir pelatih-pelatih judo nasional yang handal.

“Jika pelatihnya hebat, tentunya akan lebih besar peluang terlahirnya atlet-atlet judo yang hebat pula,” ucapnya.

Selain itu, tambah Arnold, saat ini kekuatan judo Indonesia belum cukup merata. Dominasi masih dipegang oleh Jakarta, Jawa Barat, Bali dan Jawa Timur.

“Cita-cita besar kami (PB PJSI), ingin kekuatan judo itu ada di setiap provinsi. Sehingga judo Indonesia bisa kembali jaya seperti di era tahun 90-an (era Pujawati dan Krisna Bhayu),” katanya.

Terkait seminar pelatih kata, Arnold menjelaskan, pertandingan nomor kata rencananya akan dipertandingkan dalam PON 2016 di Jawa Barat. Dengan begitu, diperlukan seminar dan penataran bagi pelatih agar keseragaman gerak dan tekhnik bisa terwujud.

“Pertandingan nomor kata tergolong baru di Indonesia. Oleh karena itu, kami sengaja menggelar seminar nomor kata agar semua pelatih memahami dengan baik sehingga tidak akan ada masalah pada saat digelarnya kejuaraan,” tuturnya.


45 pelatih
Lebih lanjut, Arrnold mengatakan, dalam acara seminar dan penataran tahun ini, ada 45 pelatih dari 20 daerah yang terlibat, termasuk dua pelatih dari Jawa Barat.

“Semua pelatih yang terlibat diberikan materi berupa teori dalam kelas, dan juga praktek memperagakan gerakan dalam nomor kata,” jelasnya. (ayi)