Breaking News

Club Meeting Divisi Utama 2015, Nasib Persika Dipertaruhkan

Irwan Setiawan (Foto: Ayi Purnama)
Karawang, Karawangsport
Pelaksanaan club meeting bagi klub peserta divisi utama 2015 yang rencananya akan dilaksanakan pada Sabtu (28/3/2015) besok di Jakarta, akan menjadi pertaruhan bagi nasib Persika Karawang. Demikian disampaikan Sekretaris PSSI Karawang, Irwan Setiawan di Karawang, Kamis (26/3/2015).

Irwan menjelaskan, alasan acara tersebut akan menjadi pertaruhan nasib klub berjuluk “Laskar Jawara” tersebut didasari oleh perlengkapan dokumen yang harus dibawa oleh klub peserta. Yaitu delapan dokumen yang merupakan syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk bisa mengikuti kompetisi kasta kedua Liga Indonesia.

Kedelapan dokumen tersebut yaitu akta pendirian PT, akta pengesahan PT  dari Depkumham, Salinan NPWP dan KTP/Paspor pemain, laporan keuangan 2014, proyeksi keuangan/RAB 2015, kontrak kerjasama penggunaan stadion, salinan kontrak kerja ofisial dan laporan pajak Badan/PT.

“Yang saya lihat saat ini, pihak PT Persika Singaperbangsa belum melakukan persiapan masalah ofisial dan pemain pascapembubaran manajemen yang dilakukan awal Februari 2015. Terkait hal tersebut, tentunya kami khawatir pihak PT tak bisa membawa persyaratan lengkap nantinya,” ujar Irwan Setiawan saat dihubungi Karawangsport.

Oleh karena itu, Irwan berharap, pihak PT Persika Singaperbangsa segera mengambil sikap untuk menyelamatkan Persika Karawang dari sanksi berupa degradasi ke Liga Nusantara 2016. Walau dirasanya berat, karena waktu tinggal menyisakan satu hari menjelang club meeting.

“Jangan sampai nasib Persika (Karawang) seperti yang dialami Persik Kediri dan Persiwa Wamena yang harus turun kasta dari ISL ke divisi utama gara-gara masalah internal yang tidak tertangani. Jika terjadi tentunya sangat disayangkan. Itu artinya Karawang tidak akan memiliki klub besar lagi yang bisa dibanggakan, dan perjuangan pendahulu-pendahulu kita untuk menjadikan Persika Karawang tim besar akan sia-sia,” katanya.


Siap hadir
Sementara itu, Manajer Keuangan PT Persika Singaperbangsa, Oland PH Sibarani mengatakan, kendati semua persyaratan yang harus dibawa dalam acara club meeting belum bisa terpenuhi, pihaknya akan tetap menghadiri acara.

“Dalam kondisi apapun, kami akan tetap hadir demi Persika Karawang. Pak Aep akan mewakili kami ke Jakarta," ucapnya.

Ia mengakui, dari delapan persyaratan yang harus dibawa nanti, pihaknya baru bisa menyiapkan enam dokumen. Yaitu akta pendirian PT, akta pengesahan PT dari Depkumham, laporan keuangan 2014, proyeksi keuangan/RAB 2015, kontrak kerjasama penggunaan stadion dan laporan pajak Badan/PT. Semenatara itu, Salinan NPWP dan KTP/Paspor pemain dan salinan kontrak kerja ofisial belum bisa pihaknya sediakan.

“Kami udah berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan Persika Karawang. Termasuk membentuk manajemen baru pasca dinonaktifkannya manajemen awal. Namun usaha yang kami lakukan mulai dari minta masukan dan saran dari pemerintah daerah sampai para bakal calon bupati belum bisa membuahkan hasil yang baik untuk klub ini,” ucapnya.


Kecewa
Dihubungi terpisah, anggota Forum Selamatkan Persika (FSP) yang mewakili suporter lainnya, Medi, mengaku kecewa atas sikap PT persika Singaperbangsa yang membiarkan posisi Persika Karawang kritis.

“Sangat kami sayangkan, disaat tim lain sibuk menyiapkan kerangka tim untuk berlaga, Persika justru tidak memiliki jajaran ofisial dan pemain untuk dilaporkan pada Sabtu besok. Dan lebih disayangkan lagi, pihak PT (Persika Singaperbangsa) tidak bisa membentuk manajemen baru setelah PT Liga Indonesia memberikan tiga kesempatan (28 Februari, 7 Maret dan 28 Maret),” katanya. (ayi)

Tidak ada komentar