Gagal Berlaga di DNC Tingkat Jabar, Manajemen SSB Befs Kecewa Sikap Panitia
| Pemain SSB Befs harus memupus mimpi mewakili Indonesia berlaga di final dunia Danon Nation Cup 2015 setelah mereka gagal berlaga di tingkat Jawa Barat. (Foto: Ayi Purnama) |
Karawang, Karawangsport
Manajer Sekolah Sepak Bola (SSB) Blue Eagle Football School (Befs), Zulkarnaen, mengaku kecewa atas sikap panitia yang tidak mengikutsertakan timnya ke gelaran Danon Nation Cup (DNC) tingkat Jawa Barat (Jabar). Padahal, timnya termasuk salah satu dari empat tim yang berhak mewakili wilayah IV berlaga di tingkat provinsi.
Seperti diketahui, SSB Befs menjadi satu-satunya wakil Karawang yang melaju ke tingkat Jabar setelah tampil sebagai juara saat berlaga di DNC tingkat Wilayah IV yang berlangsung di Kabupaten Bekasi, 21-22 Maret 2015.
Keberhasilan SSB Befs (juara di Stadion Tambun 1) melengkapi empat kuota dari wilayah IV untuk berlaga di tingkat Jabar bersama SSB Maisa, Irpas dan Mahakam Star yang juga keluar sebagai juaranya saat berlaga di Stadion Tamun 2, Lapangan Persebta 1 dan Lapangan Persebta 2.
Namun, saat waktu pelaksanaan DNC tingkat Jabar berlangsung, 4-5 April 2015, SSB Befs harus menerima kenyataan pahit saat nama timnya tidak terdaftar sebagai salah satu peserta yang ikut berkompetisi.
“Jelas kami sangat kecewa, saat tim kami dalam kondisi yang baik dan siap berlaga di tingkat Jabar, kami dinyatakan tidak terlibat dalam kompetisi. Padahal jelas-jelas kami menjadi salah satu tim yang mewakili wilayah IV,” ujar Zulkarnaen saat dihubungi Karawangsport, Senin (6/4/2015).
Zulkarnaen menambahkan, ketika dikonfirmasi mengenai alasan timnya tidak diikutsertakan ke tingkat Jabar, pihak panitia wilayah IV mengatakan bahwa adanya pemain luar Karawang menjadi faktor penyebabnya.
“Memang ada pemain-pemain kami yang berdomisili di luar Karawang, tapi hal tersebut seharusnya tidak menjadi masalah, karena mereka merupakan siswa SSB kami yang telah kami bina sejak lama. Dan yang kami herankan, kenapa kejadian ini harus terjadi setelah kami menjadi juara, tidak dari awal saja,” ucapnya.
Fokus di SBAI
Tak ingin larut dalam kekecewaan, Zulkarnaen mengatakan, saat ini timnya mencoba fokus menghadapi kejuaraan Sepak Bola Anak Indonesia (SBAI) yang akan digelar di Stadion Tambun, Kabupaten Bekasi, Minggu (12/4).
“Semua sudah terjadi. Yang terpenting kejadian yang sama jangan sampai telulang tahun depan. Kini anak-anak akan kami fokuskan menghadapi kejuaraan SBAI. Mudah-mudahan kami bisa juara dan mewakili Indonesia ke Malaysia,” katanya. (ayi)
Manajer Sekolah Sepak Bola (SSB) Blue Eagle Football School (Befs), Zulkarnaen, mengaku kecewa atas sikap panitia yang tidak mengikutsertakan timnya ke gelaran Danon Nation Cup (DNC) tingkat Jawa Barat (Jabar). Padahal, timnya termasuk salah satu dari empat tim yang berhak mewakili wilayah IV berlaga di tingkat provinsi.
Seperti diketahui, SSB Befs menjadi satu-satunya wakil Karawang yang melaju ke tingkat Jabar setelah tampil sebagai juara saat berlaga di DNC tingkat Wilayah IV yang berlangsung di Kabupaten Bekasi, 21-22 Maret 2015.
Keberhasilan SSB Befs (juara di Stadion Tambun 1) melengkapi empat kuota dari wilayah IV untuk berlaga di tingkat Jabar bersama SSB Maisa, Irpas dan Mahakam Star yang juga keluar sebagai juaranya saat berlaga di Stadion Tamun 2, Lapangan Persebta 1 dan Lapangan Persebta 2.
Namun, saat waktu pelaksanaan DNC tingkat Jabar berlangsung, 4-5 April 2015, SSB Befs harus menerima kenyataan pahit saat nama timnya tidak terdaftar sebagai salah satu peserta yang ikut berkompetisi.
“Jelas kami sangat kecewa, saat tim kami dalam kondisi yang baik dan siap berlaga di tingkat Jabar, kami dinyatakan tidak terlibat dalam kompetisi. Padahal jelas-jelas kami menjadi salah satu tim yang mewakili wilayah IV,” ujar Zulkarnaen saat dihubungi Karawangsport, Senin (6/4/2015).
Zulkarnaen menambahkan, ketika dikonfirmasi mengenai alasan timnya tidak diikutsertakan ke tingkat Jabar, pihak panitia wilayah IV mengatakan bahwa adanya pemain luar Karawang menjadi faktor penyebabnya.
“Memang ada pemain-pemain kami yang berdomisili di luar Karawang, tapi hal tersebut seharusnya tidak menjadi masalah, karena mereka merupakan siswa SSB kami yang telah kami bina sejak lama. Dan yang kami herankan, kenapa kejadian ini harus terjadi setelah kami menjadi juara, tidak dari awal saja,” ucapnya.
Fokus di SBAI
Tak ingin larut dalam kekecewaan, Zulkarnaen mengatakan, saat ini timnya mencoba fokus menghadapi kejuaraan Sepak Bola Anak Indonesia (SBAI) yang akan digelar di Stadion Tambun, Kabupaten Bekasi, Minggu (12/4).
“Semua sudah terjadi. Yang terpenting kejadian yang sama jangan sampai telulang tahun depan. Kini anak-anak akan kami fokuskan menghadapi kejuaraan SBAI. Mudah-mudahan kami bisa juara dan mewakili Indonesia ke Malaysia,” katanya. (ayi)
Tidak ada komentar