Gelar Latihan Saat Puasa, Perkemi Matangkan Atlet Jelang BK Porda
| Atlet-atlet kempo terlihat serius menjalani latihan rutin jelang babak kualifikasi Porda. (Foto: Ayi Purnama) |
Persaudaraan Bela Diri Kempo Indonesia (Perkemi) Karawang terus mematangkan atlet-atletnya jelang bergulirnya Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat 2018. Proses latihan rutin digelar termasuk di bulan suci Ramadahan.
“Kami bertekad meraih hasil maksimal di babak kualifikasi dengan meloloskan seluruh atlet yang dikirmkan. Karena itu, seluruh atlet kami asah agar lebih matang, sehingga benar-benar siap saat bertanding nanti,” ujar Pelatih Kempo Karawang, Rusli Muliadi, kepada Karawangsport, Sabtu (10/6/2017).
Demi mematangkan atlet, Rusli mengatakan, proses latihan tidak hanya dilakukan di bulan biasa, tapi digelar juga saat atlet-atletnya menjalani ibadah puasa. Hanya saja, selain waktu latihan diubah dari pagi ke sore hari, latihan juga lebih difokuskan ke segi teknik.
“Biasanya kami menggelar latihan fisik pada Selasa, Rabu dan Jumat, serta teknik Sabtu dan Minggu di bulan biasa. Saat ini kami fokus menggelar latihan teknik di gedung KNPI Karawang,” ucap pelatih yang pernah meraih 2 emas pada PON 2004 di Provinsi Sumatera Selatan.
Mengenai jumlah atlet yang dipersiapkan, Rusli menjelaskan pihaknya menyiapkan 15 atlet untuk turun di babak kualifikasi yang rencananya bergulir sekitar Oktober atau November 2017 di Kabupaten Bogor.
“Jatah dari KONI Karawang sebenarnya hanya 11 atlet, tapi kami akan tetap berusaha mengirimkan 15 atlet terbaik yang dimiliki. Yaitu delapan putra dan 7 putri yang akan turun di nomor embu berpasangan (putra, putri dan campuran), beregu (putra, putri dan campuran), dan randori perorangan (putra dan putri),” jelasnya.
Lebih lanjut Rusli menyebutkan nama-nama atlet putra yang dipersiapkan kempo Karawang yaitu Ikhsanul Arifin, Alan Alfian, Mamal Mailani, M. Iqbal Ramadhan, Jaenal Mutakin, Ilham Saputro, Devian Febrian dan Agung Kurniawan.
Sementara atlet putri yaitu Maharani Mutiara Dani, Sri Rejeki, Nurul Huda Maulani, Alamika Ludira Sari, Dayanti Sri Wahyuni, Siti Rodiah dan Nabila Rahmah.
“Untuk menembus Porda 2018, Kami menargetkan nomor embu finis di posisi empat dan randori di posisi tiga pada babak kualifikasi nanti,” kata pelatih kelahiran Jakarta, 12 April 1974 ini. (ayi)
| Tim kempo Karawang. (Foto: Ayi Purnama) |